Halaman

Sabtu, 03 Maret 2012

Save forest: Pohon berawal dari sebuah biji

Save forest: Pohon berawal dari sebuah biji: Dalam beberapa bulan terakhir, kita tak putus-putusnya mendengar berita terjadinya musibah di negeri ini. Runtuhnya jembatan Kutai Kartanega...

Pohon berawal dari sebuah biji

Dalam beberapa bulan terakhir, kita tak putus-putusnya mendengar berita terjadinya musibah di negeri ini. Runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong, putusnya Jembatan gantung di Ciwaru, banjir bandang di Pasaman, Tangse, Angin Putting Beliung di Sidrap dan masih banyak lagi, dari yang hanya korban materi saja sampai yang ada korban jiwa.

Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah, mereka yang terkena bencana tersebut, kebanyakan adalah dari golongan masyarakat kecil yang tinggal di desa-desa. Sungguh-sungguh sangat menyedihkan.
Padahal bencana-bencana ini akan terus berulang dan tidak satupun yang tahu kapan akan terjadi lagi dan dimana. Seiring dengan makin parahnya kerusakkan yang terjadi pada lingkungan. Maka akan semakin sering terjadi bencana-bencana yang tidak kita inginkan.

Memang semua ini sudah kehendak Sang Pencipta, tapi kita harus sadar bahwa kita juga disuruh merawat, menjaga apa yang sudah di ciptakan bukan merusaknya.
Sekarang coba pikir dan renungkan. Tentang semua ciptaan Tuhan yang berada di alam semesta ini selain manusia. Pernahkah kita melihat atau mendengar ada pohon yang membantah untuk ditebang, atau ada buah yang tidak mau kita petik, atau ada air yang tidak mau mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah, atau angin yang tidak mau bertiup kesuatu daerah karena daerah itu banyak orang yang jahat , atau matahari yang tidak mau terbit dan sebagainya.

Saya rasa kita sependapat jawabannya belum ada. Mereka selalu memberi tanpa pernah meminta imbalan. Begitulah adanya semua ciptaan tunduk pada Tuhan, Dan yang selalu membantah adalah manusia. Kenapa kita manusia suka membantah baik yang secara sadar maupun tidak, karena ada sesuatu pada diri kita yang tidak mau tunduk, dialah nafsu. Sang nafsu ini tidak kan pernah mengenal kata puas. Ada sebuah kata bijak kira-kira berbunyi seperti ini “ Negeri kita ini cukup kaya untuk memakmurkan seluruh rakyatnya tapi tidak kan cukup untuk memenuhi nafsu seorang yang serakah”

Sekarang kita lihatlah Negeri kita ini, banyak orang yang masing-masing hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya sendiri. Mereka tidak pernah puas dengan apa yang sudah mereka miliki, mereka saling cakar untuk memperebutkan kekuasaan dan harta. Jeritan si ibu yang anaknya hanyut karena jembatan roboh pun mereka tidakkan peduli, karena telinga di hati mereka sudah tidak bisa mendengar lagi. Jadi akan ada banyak lagi kita dengar jeritan-jeritan berikutnya.

Untuk itu saudara, marilah kita buat apa saja yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Jangan berpikir harus mulai dari yang besar tapi awalilah dengan sesuatu yang kecil, karena suatu saat itu akan menjadi besar. Pohon berawal dari sebuah biji.

Kamis, 01 Maret 2012

Save forest: Hutan

Save forest: Hutan: Akan bertahan berapa tahun lagikah hutan kita? Hasil survey dan penelitian para ahli, hutan di Indonesia dari tahun ke tahun terus berkur...

Hutan

Akan bertahan berapa tahun lagi hutan kita?
Hasil survey dan penelitian para ahli, hutan di Indonesia dari tahun ke tahun terus berkurang. Kalau itu yang terjadi suatu saat tentu akan habis. Tidak mustahil itu akan terjadi, hanya tinggal menunggu waktu saja. Dan apa yang akan terjadi setelah itu? Jawabannya  adalah sebuah malapetaka bagi umat manusia.

Harus kita ketahui bahwa pohon-pohon yang ditebangi sekarang ini, usianya sudah ada yang ratusan tahun. Jadi hutan yang masih bisa kita lihat sekarang ini,  mulai tumbuh puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Kalau pohon-pohon itu ditebang habis dan kita baru menanam lagi sekarang itu butuh puluhan tahun lagi agar kembali seperti semula. Dan itu pun belum tentu terjadi, karena saat hutan itu ditebang habis akan berpengaruh pada iklim. Bagaimana hutan bisa hijau kembali seperti dulu kalau iklimnya sudah tidak mendukung. 

Banyak hal yang tidak disadari manusia saat hutan sudah beralih fungsi. Yang pasti rantai kepunahan akan terjadi dan berujung pada manusia itu sendiri.
Hutan itu diciptakan untuk menyangga kehidupan. Lihatlah  bencana-bencana yang ditimbulkan  akibat pengrusakkan hutan. Banjir, longsor, kabut asap, tingginya polusi udara dll. Akibatnya langsung dirasakan manusia dan juga punahnya aneka ragam flora dan fauna.

Walaupun Pemerintah telah membuat hutan lindung bukan berarti hutan sudah terlindungi. Para illegal logging pun tak segan-segan menjarah hutan yang sudah jelas-jelas dilindungi. Apalagi yang tidak dilindungi. Mereka para perusak hutan tidak berpikir akibat dari perbuatan mereka. Yang ada bagi mereka adalah bagaimana mendapat keuntungan materi. Bagi mereka ini sebuah kebutuhan, Tapi sebenarnya adalah sebuah petaka.

Jadi mulailah kita berpikir bagaimana mengakhiri semua ini sebelum semuanya berakhir. Saya (penulis) bukanlah siapa-siapa. Saya hanya orang biasa yang sedih  hatinya saat melihat televisi dan membaca berita-berita di situs web, dimana illegal logging, perambahan hutan besar-besaran yang akan dialih fungsikan oleh perusahaan-perusahaan  perkebunan dan lainnya.
Semoga tulisan ini bisa menggugah  teman-teman dimana saja berada untuk peduli dengan hutan kita. Peace.#Saveforest.

Hutan sebagai Sumber Daya Kehidupan dan Warisan Budaya | Greenpeace Indonesia

Hutan sebagai Sumber Daya Kehidupan dan Warisan Budaya | Greenpeace Indonesia